Judul : Jangan Sepelekan Gondok
link : Jangan Sepelekan Gondok
Jangan Sepelekan Gondok
Penyakit gondok merupakan semua kelainan yang menyebabkan pembesaran kelenjar gondok, yang ditandai oleh benjolan di leher yang ikut gerakan menelan. Kelenjar gondok (tiroid) merupakan sebuah kelenjar berbentuk kupu-kupu yang terdapat di leher.
Kelenjar gondok ( tiroid) berfungsi menghasilkan hormon tiroksin dari materi baku yodium, yang bermanfaat untuk metabolisme, pertumbuhan tubuh, dan memacu perkembangan dan pematangan sistem saraf. Yodium merupakan homogen mineral yang terdapat di alam, baik di tanah maupun di air, merupakan zat gizi mikro yang diperlukan untuk pertumbuhan dan perkembangan makhluk hidup. Apabila masakan dan air yang dikonsumsi kurang mengandung yodium maka kelenjar tiroid akan bekerja keras untuk mencukupi kebutuhan hormon tiroksin badan sehingga lama- kelamaan akan terjadi pembesaran kelenjar tersebut, yang kita kenal sebagai penyakit gondok.
Gejala yang timbul akhir kekurangan yodium secara terus-menerus dalam jangka waktu lama disebut sebagai GAKY (Gangguan Akibat Kurang Yodium). Gejala-gejalanya antara lain pembesaran atau benjolan di leher belahan depan, dan pada bayi dan bawah umur biasanya disertai dengan gangguan tumbuh kembang dan kretinisme (kerdil). Akan tetapi, penderita kurang yodium yang ringan sanggup juga tanpa tanda-tanda apa-apa sehingga sering tidak disadari. Padahal perlu kita ketahui bersama bahwa sekitar 42 juta penduduk di Indonesia tinggal di tempat endemis gondok (tinggal di lingkungan yang tanahnya kekurangan yodium).
Apakah penyakit gondok berbahaya?
Akibat yang ditimbulkan oleh penyakit gondok pada orang pandai balig cukup akal antara lain produktivitas menurun lantaran badan lemas dan cepat lelah, gangguan kosmetik akhir pembesaran kelenjar tiroid dan penitikberatan pada jalan nafas sehingga terjadi bunyi serak hingga sesak nafas. Sedangkan pada bayi dan bawah umur akibat yang ditimbulkan justru lebih serius, yakni pertumbuhan terhambat (cretinism) atau kerdil, penurunan potensi tingkat kecerdasan (penurunan Intelligence Quotient = IQ), dan gangguan bicara serta tuli. Potensi penurunan IQ lantaran GAKY yakni menurun hingga 50 poin yang disertai kerdil dan menurun hingga 10 poin pada anak dengan penyakit gondok. Sedangkan kekurangan yodium pada ibu hamil sanggup menjadikan keguguran spontan, bayi lahir mati, bayi meninggal sebelum umur 1 tahun dan kemungkinan bayi menjadi kerdil ketika dewasa.
Namun jangan khawatir, penyakit gondok tersebut sanggup dicegah, salah satu cara pencegahannya yaitu dengan peningkatan konsumsi garam beryodium. Garam beryodium yang digunakan harus memenuhi Standar Nasional yakni mengandung yodium sebesar 30-80 ppm. Dianjurkan setiap orang mengkonsumsi garam beryodium sekitar 6 gram atau 1 sendok teh setiap hari. Kebutuhan ini sanggup terpenuhi dari masakan sehari-hari yang diolah dengan memakai garam sebagai penambah rasa dalam hidangan. Selain itu setiap orang dianjurkan mengkonsumsi masakan dari laut yang kaya akan yodium ibarat ikan laut, udang, dan kerang.
Jadi, lantaran efek penyakit gondok sangat serius, terutama pada bayi dan anak-anak, sedangkan gejalanya pun sering tidak kita sadari, maka dari itu tindakan pencegahan sangat direkomendasikan untuk dilakukan, alasannya bawah umur yaitu masa depan bangsa.
Demikianlah Artikel Jangan Sepelekan Gondok
Sekianlah artikel Jangan Sepelekan Gondok kali ini, mudah-mudahan bisa memberi manfaat untuk anda semua. baiklah, sampai jumpa di postingan artikel lainnya.
Anda sekarang membaca artikel Jangan Sepelekan Gondok dengan alamat link https://cozycornerhealth.blogspot.com/2018/09/jangan-sepelekan-gondok.html
0 Response to "Jangan Sepelekan Gondok"
Post a Comment