Begini Pemberian Pertama Henti Jantung

Begini Pemberian Pertama Henti Jantung - Hallo sahabat Cozy Corner Health, Pada Artikel yang anda baca kali ini dengan judul Begini Pemberian Pertama Henti Jantung, kami telah mempersiapkan artikel ini dengan baik untuk anda baca dan ambil informasi didalamnya. mudah-mudahan isi postingan Artikel Keluarga, yang kami tulis ini dapat anda pahami. baiklah, selamat membaca.

Judul : Begini Pemberian Pertama Henti Jantung
link : Begini Pemberian Pertama Henti Jantung

Baca juga


Begini Pemberian Pertama Henti Jantung

Teknik berikut ialah legal untuk dilakukan awam selama tidak ada orang medis yang tersedia di daerah kejadian. Di negara barat, teknik memompa jantung ini bekerjsama diajarkan untuk orang awam.
Penyakit jantung dan pembuluh darah masih menduduki daerah pertama sebagai penyebab ajal di negara kita. Di antara banyak sekali penyakit jantung, kondisi yang paling banyak memakan korban ialah henti jantung.

Kondisi henti jantung bekerjsama tidak selalu berakhir dengan kematian. Henti jantung masih sanggup diupayakan. Jika Anda pernah melihat atau mungkin menonton di layar televisi seorang dokter memompa dada seseorang yang sepertinya sudah meninggal, itu ialah upaya untuk ‘menghidupkan’ kembali orang yang gres saja mengalami henti jantung.

Upaya tersebut bila dilakukan dengan segera dan dengan teknik yang benar sanggup ‘menghidupkan’ seseorang lagi, dalam arti jantungnya akan kembali berdetak. Yang menjadi masalah, banyak yang tidak tahu harus melaksanakan apa saat mendapat keluarganya terkena serangan jantung dan henti jantung. Penanganan yang terlambat itulah yang menjadi penyebab masih tingginya angka ajal jawaban serangan jantung dan henti jantung.

Melalui goresan pena ini, mari kita simak pertolongan pertama pada henti jantung.

Mengenali ciri-ciri henti jantung

Langkah pertama ialah mengenali ciri-ciri seseorang terkena henti jantung. Pada penderita yang mengeluh nyeri dada kemudian terjatuh pingsan, segera periksa apakah penderita mengalami henti jantung. Ciri henti jantung yakni:

1. Periksa kesadaran. Penderita dengan henti jantung kesadarannya sangat turun bahkan dengan rangsangan nyeri penderita tidak merespon. Pertama-tama coba teriak panggil nama penderita. Bila penderita tidak merespon, beri rangasang nyeri menyerupai mencubit kulit lengan atau tekan kuku penderita dengan kuku Anda. Penderita dengan henti jantung tidak akan merespon.

2. Periksa pernapasan. Ada teknik yang disebut sebagai look, feel and listen (lihat, rasakan, dan dengar). Caranya adalah, dekatkan pipi Anda ke erat hidup penderita dan arahkan pandangan Anda pada dada penderita, selanjutnya look (lihat) apakah terdapat gerakan pernapasan, yakni gerakan naik-turun dada, feel (rasakan) dengan pipi Anda apakah terdapat hembusan udara pernapasan yang keluar dari hidup penderita, dan listen (dengar) apakah terdapat bunyi pernapasan. Kita tidak akan menemukan adanya gejala pernapasan pada seseorang dengan henti jantung.

3. Periksa nadi. Dianjurkan investigasi nadi dilakukan pada nadi besar, yakni nadi karotis. Nadi karotis terletak di kiri-kanan leher, kira-kira 2 jari ke sisi kanan dan kiri dari pertengahan tengah leher. Dengan jari, raba nadi dan rasakan ada-tidaknya nadi. Waktu yang dianjurkan untuk mengusut nadi ialah 10 detik saja. Kita tidak akan mencicipi adanya denyut nadi pada seseorang dengan henti jantung.

4. Ciri lainnya ialah ujung jari kaki-tangan mulai terasa dingin. Muka pucat, bibir kebiruan. Bila kuku jari penderita ditekan kemudian dilepas maka warna merah pada kuku akan kembali lambat. Pada orang normal kalau kuku jari ditekan dan kemudian dilepas, warna merah akan kembali dalam waktu kurang dari 2 detik.

Panggil pertolongan medis

Bila Anda mendapat seseorang mengalami ciri-ciri serangan jantung ataupun henti jantung di atas, jangan panik. Ingat bahwa serangan jantung dan henti jantung bukanlah kematian.

Kematian akan terjadi bila seseorang mengalami henti jantung sekitar 10-20 menit. Pada waktu tersebut otak dan sebagian besar sel-sel dalam badan mati. Berhadapan dengan seseorang yang henti jantung sama dengan berpacu dengan waktu. Semakin cepat pertolongan diberikan semakin besar impian hidup.

Dengan demikian bila mendapati seseorang henti jantung, jangan panik tetapi juga jangan tidak berbuat apa-apa. Segera telepon rumah sakit terdekat atau unit gawat-darurat terdekat untuk meminta ambulans beserta dokter. Bila disekitar daerah kejadian terdapat dokter atau paramedis atau klinik praktik dokter, segera panggil. Dokter dan tenaga medis telah mempunyai sertifikasi pembinaan pemberian pertolongan untuk henti jantung.

Bila memungkinkan, segera ambil kendaraan dan bawa penderita ke unit gawat darurat terdekat. Selama dalam perjalanan hubungi unit gawat darurat yang dituju, beritahukan bahwa Anda akan membawa penderita dengan serangan jantung atau henti jantung dan akan tiba dalam beberapa menit lagi. Dengan demikian, dokter dan tenaga medis sanggup mempersiapkan alat dan obat-obatan yang akan dibutuhkan.

Teknik pompa jantung dan nafas buatan

Setelah mendapati ciri-ciri henti jantung dan memanggil pertolongan medis, Anda sanggup melaksanakan hal pompa jantung berikut:

1. Posisikan penderita berbaring terlentang di atas landasan yang cukup keras, menyerupai lantai.

2. Posisi kepala sedikit menengadah sebab posisi ini ialah posisi dimana kanal napas terbuka lebar dan lurus.

3. Penolong berlutut di samping penderita.

4. Pompa pada dinding dada dilakukan dengan kedua telapak tangan yang saling bertumpu. Tidak semua telapak tangan menyentuh dinding dada, hanya serpihan tumit telapak tangan saja yang menumpu pada dinding dada.

5. Selanjutnya posisi telapak tangan, siku, sampai pundak lurus. Hal ini semoga tenaga yang dihasilkan besar dan penolong tidak capai.

6. Sumber tenaga untuk memompa ialah sendi bahu. Kaprikornus gerakan memompa bukan berasal dari tenaga lengan bawah ataupun lengan atas, tetapi dari gerakan naik-turunya bahu.

7. Tumit tangan diletakan di tulang tengah dada, di pertengahan setengah bawah tulang dada. Pada pria posisinya kira-kira sejajar puting susu, sedangkan pada wanita sejajar lipatan kulit bawah payudara.

8. Pompa diberikan berirama dengan kecepatan 100 kali per menit.

9. Pompa diberikan dengan kekuatan yang menjadikan dinding dada terdorong sejauh 5 sentimeter.

10. Setiap 2 menit periksa kembali nadi penderita apakah sudah teraba atau belum.

11. Napas buatan boleh diberikan, namun sejumlah penelitian menyimpulkan bahwa napas buatan tidak perlu dilakukan bila penolong ialah orang awam.

12. Pompa terus diberikan sampai pertolongan medis datang. Bila penolong lelah, pompa sanggup digantikan oleh penolong lain.

13. Pompa sanggup dilarang bila penolong medis datang, penolong kelelahan dan tidak ada penolong lainnya, atau pompa telah diberikan dalam waktu 20 menit tanpa ada perbaikan (penderita masih tidak sadar, napas dan nadi tidak ada).

Manfaat pemberian pompa dindang tersebut bekerjsama sama dengan fungsi jantung. Dorongan yang diberikan pada dinding dada akan mendorong tulang dada ke bawah. Di bawah tulang dada tersebut terdapat organ jantung sehingga tulang dada tersebut akan menekan jantung dan menjadikan darah mengalir keluar dari jantung.

Ingat bahwa respon yang cepat terhadap pasien henti jantung, pemberian pompa dinding dada yang benar, cepat, dan dalam ialah kunci keberhasilan untuk ‘menghidupkan’ kembali penderita henti jantung.




Demikianlah Artikel Begini Pemberian Pertama Henti Jantung

Sekianlah artikel Begini Pemberian Pertama Henti Jantung kali ini, mudah-mudahan bisa memberi manfaat untuk anda semua. baiklah, sampai jumpa di postingan artikel lainnya.

Anda sekarang membaca artikel Begini Pemberian Pertama Henti Jantung dengan alamat link https://cozycornerhealth.blogspot.com/2018/07/begini-pemberian-pertama-henti-jantung.html
Cozy Corner

Cozy Corner is a collection of several blogs including Cozy Corner Health, Cozy Corner Tech, Cozy Corner Song, Cozy Corner Lyric, etc.

0 Response to "Begini Pemberian Pertama Henti Jantung"

Post a Comment