Darah Di Tinja, Kapan Perlu Dicemaskan?

Darah Di Tinja, Kapan Perlu Dicemaskan? - Hallo sahabat Cozy Corner Health, Pada Artikel yang anda baca kali ini dengan judul Darah Di Tinja, Kapan Perlu Dicemaskan?, kami telah mempersiapkan artikel ini dengan baik untuk anda baca dan ambil informasi didalamnya. mudah-mudahan isi postingan Artikel Keluarga, yang kami tulis ini dapat anda pahami. baiklah, selamat membaca.

Judul : Darah Di Tinja, Kapan Perlu Dicemaskan?
link : Darah Di Tinja, Kapan Perlu Dicemaskan?

Baca juga


Darah Di Tinja, Kapan Perlu Dicemaskan?

Melihat darah di tinja atau berceceran di toilet sanggup menciptakan Anda panik. Untungnya, sebagian besar bercak darah di tinja bukanlah menunjukan persoalan yang berat. Pada kebanyakan kasus, penyebabnya yakni ambeien/wasir atau fisura anus. Wasir yakni pembuluh darah yang nanah di dubur atau anus yang sanggup menyakitkan, gatal, dan kadang kala berdarah. Perdarahan tanpa rasa sakit di dubur ketika buang air besar yakni tanda-tanda umum wasir. Fisura anus atau perobekan lapisan anus ketika mengeluarkan tinja yang keras yakni alasannya lain adanya darah di tinja.Melihat darah di tinja atau berceceran di toilet sanggup menciptakan Anda  panik Darah di Tinja, Kapan Perlu Dicemaskan?photo © 2008 secretlondon123 | more info (via: Wylio)
Namun demikian, Anda tetap perlu waspada lantaran penyakit lain mungkin sanggup terlibat. Darah di tinja sanggup merupakan tanda-tanda kondisi berikut:
  • Kanker/polip kolon (usus besar)
  • Kolitis ulseratif (radang kolon)
  • Penyakit Crohn
  • Infeksi bakteri, contohnya amubiasis dan salmonelosis
  • Divertikulitis
  • Penyumbatan arteri usus
  • Proliferasi tidak terkendali basil usus sehabis konsumsi antibiotik
  • Penyakit tifus
  • Overdosis pengobatan antikoagulan
  • Konsekuensi dari sodomi

Tanda-tanda

Untuk memahami apakah darah di tinja berasal dari kepingan anus/dubur atau sistem gastrointestinal yang lebih atas, tanda-tanda berikut perlu diperhatikan:
  • Pertama, coba dicermati lagi apakah warna merah/hitam di tinja Anda yakni darah. Makanan tertentu ibarat daging, kembang kol, brokoli, tomat, pisang, atau pelengkap zat besi sanggup menyebabkan tinja berwarna merah atau hitam.
  • Jika darah berwarna merah cerah, umumnya sumbernya berasal dari dubur, kepingan tamat usus besar, atau anus. Jika berasal dari kepingan yang lebih atas, darah umumnya berwarna lebih gelap atau hitam ibarat arang dengan busuk yang sangat tidak sedap. Warna tersebut disebabkan oleh proses pencernaan darah di sepanjang perjalanannya di usus.
  • Jika darah hadir di ujung tinja atau hanya di permukaan tinja, sumbernya berasal dari anus atau dubur. Wasir dan fisura anus yakni penyebab utamanya. Darah menstruasi pada wanita juga sanggup tanpa disadari melekat di tinja. Bila darah bercampur dengan tinja, sumber perdarahan lebih tinggi (di usus besar pada umumnya).
  • Tanda peringatan lain pada perdarahan yang bukan disebabkan oleh wasir yakni darah tidak melimpah. Polip prakanker di akrab ujung usus besar sanggup menggandakan perdarahan wasir, namun jumlah darahnya biasanya tidak banyak. Bila terdapat polip, biasanya perdarahan hadir dalam usus selama bertahun-tahun sebelum lesinya menjadi kanker. Deteksi dini polip ini sanggup mencegah perkembangannya menjadi kanker dengan pembedahan yang aman.
  • Jika terjadi perdarahan berulang dalam jumlah kecil atau ada rasa nyeri yang tumpul (sebah) di perut kepingan atas, kemungkinan masalahnya di lambung atau usus Anda.

Diagnosis

Bila sumber perdarahan bukan wasir atau fisura anus, Anda perlu segera memeriksakan diri untuk mendiagnosis penyakitnya. Dokter sanggup melaksanakan banyak sekali investigasi berikut, tergantung pada usia, gejala, dan riwayat medis masa kemudian Anda:
  • Pemeriksaan rektal. Kadang-kadang dokter sanggup mendeteksi penyebab pendarahan  hanya dengan investigasi dubur. Pada orang muda, investigasi ini mungkin sudah cukup. Polip dan kanker usus besar lebih umum pada orang tua, sehingga penyelidikan perdarahan terutama lebih diharapkan pada pasien di atas usia 40 tahun.
  • Anoskopi. Anoskopi memungkinkan dokter untuk menyidik anus dan rektum bawah. Hal ini sanggup dilakukan melalui rawat jalan dan tidak memerlukan bius.
  • Sigmoidoskopi. Selama sigmoidoskopi, dokter sanggup menyidik rektum dan kepingan usus besar yang lebih rendah. Sigmoidoskopi sanggup dilakukan tanpa bius.
  • Kolonoskopi. Kolonoskopi yakni mekanisme di mana dokter menyidik seluruh usus besar, biasanya pada ketika pasien dibius.

Sumber ....... 


Demikianlah Artikel Darah Di Tinja, Kapan Perlu Dicemaskan?

Sekianlah artikel Darah Di Tinja, Kapan Perlu Dicemaskan? kali ini, mudah-mudahan bisa memberi manfaat untuk anda semua. baiklah, sampai jumpa di postingan artikel lainnya.

Anda sekarang membaca artikel Darah Di Tinja, Kapan Perlu Dicemaskan? dengan alamat link https://cozycornerhealth.blogspot.com/2018/07/darah-di-tinja-kapan-perlu-dicemaskan.html
Cozy Corner

Cozy Corner is a collection of several blogs including Cozy Corner Health, Cozy Corner Tech, Cozy Corner Song, Cozy Corner Lyric, etc.

0 Response to "Darah Di Tinja, Kapan Perlu Dicemaskan?"

Post a Comment