Anakku Gagal Tumbuh?

Anakku Gagal Tumbuh? - Hallo sahabat Cozy Corner Health, Pada Artikel yang anda baca kali ini dengan judul Anakku Gagal Tumbuh?, kami telah mempersiapkan artikel ini dengan baik untuk anda baca dan ambil informasi didalamnya. mudah-mudahan isi postingan Artikel anak, yang kami tulis ini dapat anda pahami. baiklah, selamat membaca.

Judul : Anakku Gagal Tumbuh?
link : Anakku Gagal Tumbuh?

Baca juga


Anakku Gagal Tumbuh?

Pertumbuhan dan perkembangan anak selalu mendapat perhatian serius  dari setiap orang renta Anakku Gagal Tumbuh?
Pertumbuhan dan perkembangan anak selalu mendapat perhatian serius dari setiap orang tua. Bila berat tubuh anak berada di bawah 5 persentil dari grafik pertumbuhan anak atau berat tubuh yang menurun menembus 2 garis persentil pada grafik pertumbuhan maka keadaan ini digolongkan sebagai gagal tumbuh (failure to thrive).

Gagal tumbuh pada anak merupakan keadaan kurang gizi (malnutrisi)  yang disebabkan oleh kurangnya asupan kalori, gangguan perembesan kalori dari kuliner atau pengeluran kalori yang hiperbola dari acara sehari-hari. Kurang gizi sering disebabkan oleh faktor biologi, psikososial dan lingkungan sekitar. Kebanyakan kasus gagal tumbuh disebabkan oleh kurangnya asupan kalori lantaran problem kebiasaan dan psikososial.
Langkah paling penting pada penilaian anak dengan gagal tumbuh ialah mengetahui kebiasaan makan anak dan asupan kalorinya sehari-hari. Pemeriksaan laboratorium jarang sanggup menemukan penyebab dari gagal tumbuh sehingga tidak dianjurkan untuk dilakukan secara rutin.

Penyebab

Penyebab gagal tumbuh digolongkan menjadi organik (medis) dan non organik (sosial atau lingkungan). Pada kebanyakan anak, penyebabnya multifaktor mencakup biologis, psikososial dan lingkungan.
Dalam praktek sehari-hari, gagal tumbuh paling banyak disebabkan oleh kurangnya asupan kalori. Pada bayi usia di bawah 2 bulan, problem dalam menyusui seringkali menjadi penyebab. Faktor keluarga yang sanggup menyebabkan kurangnya asupan kalori antara lain gangguan kesehatan mental orang tua, kurangnya pengetahuan wacana nutrisi dan kesulitan ekonomi. Kemiskinan merupakan faktor resiko terbesar penyebab gagal tumbuh baik di negara maju maupun negara berkembang.
Gangguan perembesan kalori antara lain disebabkan oleh gangguan metabolik, alergi makanan, malabsorbsi (diare kronis, penyakit celiac, protein losing enteropathy). Pengeluaran energi yang hiperbola biasanya terjadi pada penyakit kronis menyerupai penyakit jantung bawaan, penyakit paru kronis, hyperthyroidisme.

Evaluasi Diagnosis

Pada ketika konsultasi, dokter akan menggali riwayat kebiasaan makan, asupan kalori per hari, serta interaksi orang renta – anak, yang merupakan hal yang sangat penting untuk mengetahui penyebab gagal tumbuh.
Pada bayi yang masih mendapat ASI, jumlah produksi ASI sanggup diukur dengan memompa ASI dan mengukur volumenya (dalam mililiter) selama 24 jam. Juga perlu diperhatikan apakah tehnik menyusuinya sudah benar dan menilai kemampuan bayi dalam menelan susu. Pada bayi yang mendapat susu formula – perlu diperhatikan apakah cara dan takaran adonan susu yang diberikan sudah tepat.
Untuk balita perlu dievaluasi kebiasaan makannya dengan mencatat daftar kuliner yang dikonsumsi selama 3 hari terakhir, yang mencakup jenis kuliner dan jumlahnya. Perlu dievaluasi pula kebiasaan makan di dalam dan di luar rumah, serta kebiasaan makan dari orang renta dan saudara pasien lainnya pada ketika mereka balita.
Faktor psikososial yang perlu dievaluasi antara lain adakah depresi pada anak atau orang tua, tingkat intelektual dan kondisi sosial orang tua. Tentu tidak ketinggalan perlu digali adakah riwayat abuh berulang, gangguan jantung dan pernapasan, muntah-muntah dan diare yang sering atau berulang.

Pemeriksaan Fisik

Pada anak dengan kecurigaan gagal tumbuh, perlu diukur tinggi dan berat badannya serta lingkar kepala, yang selanjutnya dipetakan pada grafik pertumbuhan anak. Dokter akan memperhatikan adakah tanda-tanda kekerasan fisik pada anak ataupun menelantarkannya, serta tanda-tanda dan tanda lain yang sanggup mengarahkan pada penyebab gagal tumbuh.

Indikasi Rawat Inap

Anak dengan gagal tumbuh perlu dirawat di rumah sakit jikalau :
  • perlu dilakukan observasi dalam sumbangan kuliner sehari-hari & investigasi lebih lanjut.
  • kondisi anak tidak membaik dengan penanganan secara rawat jalan.
  • terdapat tanda-tanda kekerasan fisik/psikis pada anak ataupun menelantarkan anak.
  • terdapat gangguan psikososial berat pada orang renta / orang yang merawat anak sehari-hari.
  • terdapat tanda-tanda malnutrisi (kurang gizi) yang berat.

Penanganan

Dokter akan memperlihatkan konseling pada orang renta wacana cara sumbangan makanan/nutrisi sesuai usia anak.
Pada anak yang masih menyusu, perlu diberikan ASI lebih sering dan dipertimbangkan penggantian sementara dengan susu formula hingga pertumbuhan anak membaik. Susu formula sanggup diberikan sedikit lebih kental dengan sedikit meningkatkan perbandingan susu dan air, tetapi dilarang terlalu kental lantaran sanggup menyebabkan diare.
Balita harus menghindari jus ataupun susu yang hiperbola lantaran akan mengganggu nafsu makannya. Suplemen kuliner perlu diberikan hingga anak mempunyai pertumbuhan yang baik. Secara umum perlu diberikan kuliner yang mengandung 4 sehat 5 sempurna. Sumber nutrisi perlu mengandung banyak protein dan lemak secukupnya. Beberapa materi kuliner yang mengandungnya antara lain : aneka macam macam daging (dapat diblender kemudian ditim), ikan, telur, susu, tahu, tempe dsb.
Evaluasi harus dilakukan secara ketat dengan mengukur tinggi dan berat tubuh anak secara berkala. Bila ditemukan penyakit yang menjadi penyebab dari gagal tumbuh ini, maka penyakit tsb perlu ditangani secara khusus, jikalau perlu oleh dokter spesialis/sub seorang andal yang andal di bidangnya.
Beberapa obat menyerupai Megestrol dan Cyproheptadine sanggup meningkatkan berat tubuh anak yang mengalami gagal tumbuh lantaran kanker. Sayangnya obat-obat tsb belum diteliti lebih lanjut untuk mengobati gagal tumbuh yang disebabkan oleh diagnosis/masalah lain.

Komplikasi

Gagal tumbuh pada anak sanggup menyebabkan gangguan kecerdasan, kemampuan akademis yang buruk di sekolah, gangguan kemampuan membaca dan IQ anak lebih rendah, anak menjadi lebih pendek dibandingkan anak seusianya, kemampuan matematika di bawah rata-rata, kebiasaan kerja yang buruk di kemudian hari.
Karenanya gagal tumbuh pada anak harus ditangani secepat mungkin terutama pada ketika bayi / balita, sehingga kita sanggup menghindari aneka macam macam komplikasi yang sanggup terjadi.



Demikianlah Artikel Anakku Gagal Tumbuh?

Sekianlah artikel Anakku Gagal Tumbuh? kali ini, mudah-mudahan bisa memberi manfaat untuk anda semua. baiklah, sampai jumpa di postingan artikel lainnya.

Anda sekarang membaca artikel Anakku Gagal Tumbuh? dengan alamat link https://cozycornerhealth.blogspot.com/2018/07/anakku-gagal-tumbuh_16.html
Cozy Corner

Cozy Corner is a collection of several blogs including Cozy Corner Health, Cozy Corner Tech, Cozy Corner Song, Cozy Corner Lyric, etc.

0 Response to "Anakku Gagal Tumbuh?"

Post a Comment