Gejala, Terapi Dan Pencegahan Kerikil Empedu

Gejala, Terapi Dan Pencegahan Kerikil Empedu - Hallo sahabat Cozy Corner Health, Pada Artikel yang anda baca kali ini dengan judul Gejala, Terapi Dan Pencegahan Kerikil Empedu, kami telah mempersiapkan artikel ini dengan baik untuk anda baca dan ambil informasi didalamnya. mudah-mudahan isi postingan Artikel Keluarga, yang kami tulis ini dapat anda pahami. baiklah, selamat membaca.

Judul : Gejala, Terapi Dan Pencegahan Kerikil Empedu
link : Gejala, Terapi Dan Pencegahan Kerikil Empedu

Baca juga


Gejala, Terapi Dan Pencegahan Kerikil Empedu

Batu empedu yaitu watu yang berada di kandung empedu atau jalan masuk empedu. Ada tiga jenis watu empedu:Batu empedu yaitu watu yang berada di kandung empedu atau jalan masuk empedu Gejala, Terapi dan Pencegahan Batu Empedu
  • Batu campuran, yang terdiri dari adonan kolesterol dan pigmen empedu yang berasal dari pemecahan lemak. Batu jenis ini paling umum dan sanggup berkembang secara bersamaan tetapi cenderung berukuran kecil-kecil.
  • Batu kolesterol, terutama terdiri dari kolesterol. Batu jenis ini sanggup mencapai diameter 1,25 cm sehingga cukup besar untuk memblokir jalan masuk empedu. Jumlah watu kolesterol jarang mencapai lebih dari dua.
  • Batu pigmen, terutama terdiri dari pigmen empedu. Batu pigmen hadir dalam jumlah besar tetapi ukurannya kecil-kecil. Kebanyakan terjadi alasannya yaitu penyakit.
Apakah Kandung Empedu?
Kandung empedu terletak sempurna di bawah hati dan berfungsi menyimpan empedu yang diproduksi hati. Kandung empedu sanggup menyimpan sekitar 0,4 liter empedu. Hati menghasilkan sekitar satu liter empedu setiap hari. Empedu yaitu cairan hijau kekuningan (kadang-kadang kehitaman) yang diharapkan untuk pencernaan masakan berlemak di usus kecil. Selain mengandung air (95%), empedu juga mengandung kolesterol, garam empedu, garam mineral dan pigmen.
Ketika masakan masuk ke dalam duodenum (bagian pertama dari usus kecil), hormon duodenal diekskresikan. Hormon ini dialirkan darah ke kantong empedu dan menimbulkan dindingnya berkontraksi untuk mengeluarkan empedu. Empedu ini akan keluar melalui jalan masuk empedu, melalui lubang sempit ke duodenum. Garam mineral pada empedu menetralisir keasaman masakan ketika dicerna di usus. Asam empedu dan garam empedu memecah lemak, sehingga sanggup diolah enzim pencernaan.

Penyebab

Sebagaimana disebutkan di atas, kebanyakan watu empedu terbentuk dari kolesterol. Kolesterol cair biasa hadir di kandung empedu dan jalan masuk empedu dalam kondisi normal. Namun, kolesterol cair tersebut sanggup menjadi jenuh kalau terlalu banyak kolesterol atau terlalu sendikit asam empedu. Hal itu memungkinkan kolesterol mengkristal dan menggumpal menjadi watu empedu.

Gejala

Dalam kebanyakan kasus, watu empedu tidak menjadikan gejala. Bila menjadikan gejala, biasanya alasannya yaitu watu empedu menyumbat jalan masuk empedu sehingga menjadikan apa yang disebut kolik bilier/kolik empedu. Dalam kondisi tersebut, Anda akan mencicipi nyeri jago di perut kepingan kanan atas, yang mungkin menyebar hingga ke tulang belikat, pundak dan dada. Rasa sakit biasanya disertai mual dan muntah. Gejala kolik bilier mungkin berkurang dengan berjalan kaki atau membalik-balikkan tubuh dengan posisi berbeda di kawasan tidur. Rasa sakit sanggup tiba-tiba berhenti kalau watu pecah atau kandung empedu terlalu lelah untuk terus menekan.
Sumbatan kronis watu empedu sanggup menjadikan penyakit kuning. Kelangkaan empedu untuk mencerna masakan menimbulkan tanda-tanda sakit perut disertai kulit dan kepingan putih mata berwarna kekuningan. Air seni dan tinja bermetamorfosis kecoklatan. Sendawa, mual, nyeri dan ketidaknyamanan di perut kepingan kanan atas terutama dirasakan sehabis mengonsumsi lemak dan sayuran tertentu menyerupai kubis, bayam, telur atau cokelat.
Batu empedu meningkatkan risiko infeksi. Bila itu terjadi, tanda-tanda khas abuh berupa demam tinggi akan muncul, yang mungkin disertai penyakit kuning. Infeksi sanggup terjadi di kandung empedu (kolesistitis), jalan masuk empedu (kolangitis), darah (sepsis), atau pankreas (pankreatitis).

Faktor risiko

Faktor risiko watu empedu dikenal dengan kependekan 4F, yaitu Forty, Female, Fat, Family. Artinya, watu empedu lebih umum pada mereka yang berusia di atas 40 tahun, wanita, kegemukan dan punya riwayat keluarga terkena watu empedu.
  • Usia lanjut. Batu empedu jarang sekali menyerang di usia 25 tahun ke bawah. Sekitar 30% lansia diperkirakan mempunyai watu empedu, meskipun kebanyakan tidak menjadikan gejala.
  • Wanita. Wanita lebih banyak terkena watu empedu dibandingkan pria. Pada perempuan insidennya sekitar 2 per 1000, dibandingkan hanya 0,6 per 1000 pada pria. Pada perempuan hamil, kandung empedu menjadi lebih rendah dan watu empedu sanggup berkembang. Hormon perempuan dan penggunaan pil KB juga diduga ikut berperan.
  • Obesitas. Kelebihan berat tubuh merupakan faktor risiko yang besar lengan berkuasa untuk watu empedu, terutama di kalangan wanita. Penelitian mengatakan bahwa perempuan dengan mempunyai BMI lebih dari 32 mempunyai risiko tiga kali lebih besar untuk membuatkan watu empedu dibandingkan yang mempunyai BMI antara 24 s.d. 25.  Risiko meningkat tujuh kali lipat pada perempuan dengan BMI lebih dari 45.
  • Genetik. Bila keluarga inti Anda (orangtua, saudara dan anak-anak) mempunyai watu empedu, Anda berpeluang 1½ kali lebih mungkin untuk mendapat watu empedu.

Diagnosis

Kebanyakan watu empedu ditemukan secara kebetulan dengan USG perut atau investigasi sinar-X. Mereka disebut “batu diam” (silent stones) yang tidak mengatakan gejala.

Penanganan

  • Obat-obatan. Selain untuk memerangi kolik akut dan rasa nyeri, obat-obatan juga sanggup dipakai untuk memecah watu empedu. Pengobatan memerlukan setidaknya 6 hingga 12 bulan dan berhasil melarutkan watu pada 40-80% kasus. Penggunaan obat direkomendasikan kalau tanda-tanda ringan dan batu-batunya kecil atau operasi dinilai terlalu berisiko.
  • Pembedahan. Pasien dengan watu empedu yang sangat mengganggu mungkin harus menjalani operasi untuk mengangkat kandung empedunya. Pembedahan sanggup dilakukan secara terbuka (kolistektomi terbuka) atau tertutup (kolistektomi laparoskopik). Bedah terbuka yaitu cara klasik untuk mengangkat kandung empedu. Prosedur ini membutuhkan insisi perut dan pasien harus dirawat di rumah sakit selama lima hingga tujuh hari. Kolistektomi laparoskopik yaitu mekanisme gres di mana kandung empedu diambil dengan selang berlampu(disebut laparoskop) melalui insisi kecil di perut. Dokter bedah melaksanakan pembedahan dengan melihat ke monitor televisi. Dengan bedah ini, pasien meninggalkan rumah sakit lebih cepat.

Tips untuk Anda

  • Jika Anda telah mempunyai watu empedu, Anda perlu membatasi makanan berlemak dan memperbanyak masakan berserat, alasannya yaitu serat sanggup mencegah pembentukan watu empedu lebih lanjut.
  • Bila Anda kelebihan berat badan, menurunkan berat tubuh secara sedikit demi sedikit sangat penting untuk mencegah dan meminimalkan keluhan watu empedu.
  • Tidak mengudap sebelum tidur. Makanan kecil sebelum tidur sanggup menaikkan garam empedu dalam kandung empedu.
  • Membiasakan minum kopi dan makan kacang-kacangan. Selain berbagai manfaat lainnya, ada beberapa bukti bahwa kopi sanggup mengurangi risiko membuatkan watu empedu, setidaknya pada orang berusia 40 hingga 75 tahun. Dalam sebuah studi pengamatan yang melacak sekitar 46.000 dokter laki-laki selama 10 tahun, mereka yang minum dua hingga tiga cangkir kopi berkafein setiap hari mengurangi risiko pengembangan watu empedu hingga 40%. Dalam studi lain, konsumsi kacang tanah atau kacang-kacangan lainnya juga berafiliasi dengan risiko yang lebih rendah untuk kolesistektomi.
 


Demikianlah Artikel Gejala, Terapi Dan Pencegahan Kerikil Empedu

Sekianlah artikel Gejala, Terapi Dan Pencegahan Kerikil Empedu kali ini, mudah-mudahan bisa memberi manfaat untuk anda semua. baiklah, sampai jumpa di postingan artikel lainnya.

Anda sekarang membaca artikel Gejala, Terapi Dan Pencegahan Kerikil Empedu dengan alamat link https://cozycornerhealth.blogspot.com/2018/07/gejala-terapi-dan-pencegahan-kerikil.html
Cozy Corner

Cozy Corner is a collection of several blogs including Cozy Corner Health, Cozy Corner Tech, Cozy Corner Song, Cozy Corner Lyric, etc.

0 Response to "Gejala, Terapi Dan Pencegahan Kerikil Empedu"

Post a Comment