Judul : Mengenali Tanda-Tanda Skizofrenia
link : Mengenali Tanda-Tanda Skizofrenia
Mengenali Tanda-Tanda Skizofrenia
Orang yang menderita skizofrenia mengalami beberapa tanda-tanda tetapi gejalanya sanggup berbeda dari orang ke orang dan tergantung tingkat keparahannya. Selain halusinasi dan delusi, penarikan diri dari acara sosial juga biasanya termasuk tanda-tanda yang umum.
Gejala dan tanda skizofrenia pada umumnya dibagi menjadi dua kategori: tanda-tanda positif dan tanda-tanda negatif. Gejala positif bukan berarti baik, tetapi tanda-tanda yang mencerminkan kelebihan dari fungsi normal. Sebaliknya, tanda-tanda negatif yakni tanda-tanda yang mengacu pada berkurangnya fungsi normal.
Gejala positif
Gejala positif yang paling umum dari skizofrenia yakni psikosis, yaitu kehilangan kemampuan untuk mengenali realitas atau bekerjasama dengan orang lain dan penderita biasanya berperilaku dengan cara yang tidak sempurna dan aneh. Penderita psikosis mengalami pengalaman inderawi yang bergotong-royong tidak ada (halusinasi) atau menginterpretasikan dunia secara berbeda dari kenyataannya (delusi). Keduanya sanggup hadir sendiri-sendiri atau bersamaan.
Orang yang menderita skizofrenia mengalami beberapa tanda-tanda tetapi gejalanya sanggup berbeda dari orang ke orang dan tergantung tingkat keparahannya. Selain halusinasi dan delusi, penarikan diri dari acara sosial juga biasanya termasuk tanda-tanda yang umum. ![]() |
Orang-orang yang mengalami psikosis sering kesulitan untuk mengawal pikiran dan percakapan. Beberapa orang merasa sulit untuk berkonsentrasi dan melantur dari satu gagasan ke gagasan lain. Pikiran dan bicara mereka campur aduk atau membingungkan. Mereka sering menghentikan kalimat di tengah-tengah atau mengucapkan kata-kata tanpa arti (meracau), sehingga menyulitkan percakapan dengan orang lain.
Psikosis juga sanggup ditandai oleh sikap yang tidak teratur dan tak terduga, dengan penampilan atau pakaian yang terlihat asing bagi orang lain. Perilaku yang tidak teratur mungkin ditunjukkan dalam beberapa cara, mulai dari kekonyolan ibarat anak kecil hingga berteriak-teriak atau mencaci-maki tanpa alasan.
Anda sanggup membandingkan psikosis dengan demam. Seperti halnya demam, psikosis sanggup hadir pada banyak sekali kondisi dan menjadi belahan dari banyak sekali penyakit mental. Keparahan psikosis bervariasi antar penderita. Dalam beberapa kasus, ciri psikosis terdapat pada semua aspek sikap dan berpikir, dalam masalah lain, pengaruhnya lebih terbatas dan penderita masih sanggup melaksanakan kegiatan ibarat bekerja, bersekolah, berbelanja, dll.
Penderita skizofrenia juga mungkin menawarkan gangguan katatonik (katatonia). Misalnya, mereka bangun terpaku dalam posisi tertentu untuk waktu yang sangat lama, berjalan pada jari kaki, atau mengangkat alis sepanjang waktu. Gejala ini lebih umum pada skizofrenia yang telah berlangsung usang (kronis).
Gejala negatif
Gejala negatif sanggup muncul dengan atau tanpa tanda-tanda positif, yang meliputi kehilangan minat dalam kegiatan sehari-hari, penurunan energi, penurunan inisiatif, emosi datar, berkurangnya kemampuan untuk merencanakan atau melaksanakan kegiatan, mengabaikan kebersihan pribadi, penarikan diri dari masyarakat dan kehilangan motivasi. Gejala-gejala ini sering menjadikan stigma sebab keliru ditafsirkan sebagai verbal kelemahan atau kemalasan.
Banyak penderita skizofrenia mempunyai keterampilan sosial yang buruk, antara lain sebab tanda-tanda negatif ini, sehingga menciptakan mereka terisolasi secara sosial.
Kapan Anda harus menemui dokter
Jika Anda merasa tidak sanggup memercayai indera Anda, contohnya mendengar suara-suara atau merasa selalu dianiaya atau difitnah, Anda harus berkonsultasi dengan psikiater (ahli kedokteran jiwa).
Seringkali, pasien didorong oleh kerabatnya untuk mencari bantuan. Beberapa orang mencari pertolongan segera sehabis mengalami tanda-tanda awal, yang lain terlambat melakukannya, dikala tanda-tanda sudah berlangsung selama bertahun-tahun. Jika Anda terlambat pergi ke dokter, tanda-tanda akan terus memburuk dan penyakit mungkin tidak lagi sanggup disembuhkan. Anda tidak perlu terisolasi secara sosial dan kehilangan pekerjaan terlebih dahulu sebelum mencari pertolongan medis.
Halusinasi dan Delusi
Halusinasi indera pendengaran yakni mendengar suara-suara yang bergotong-royong tidak ada. Bentuknya sebagian besar yakni bunyi manusia. Mereka bisa hadir sebentar atau terus-menerus. Mereka mungkin ibarat berbicara eksklusif kepada pasien, mengomentari sikap atau pikirannya, mengejek, mencela atau memarahinya. Suara-suara itu bisa memicu tindakan berangasan terhadap diri sendiri atau orang lain. Halusinasi amis dan rasa sanggup berupa amis pengap, asam, busuk atau terbakar yang hampir selalu tidak menyenangkan, tidak diinginkan atau menakutkan. Halusinasi rasa adakala sanggup disertai oleh gagasan perihal diracun. Halusinasi visual sanggup hadir dalam banyak sekali derajat, ibarat bayangan samar di tepi bidang visual, bayangan binatang, orang lain atau makhluk gaib. Halusinasi sentuhan mungkin menyenangkan, tetapi biasanya tidak menyenangkan. Penderita mungkin mencicipi kulitnya gatal, diliputi cairan, atau mencicipi ada yang mengganggu di tubuhnya.
Delusi yakni kesalahpahaman yang serius perihal apa yang seseorang lihat, dengar, atau pikir. Orang yang ilusi sangat memegang dogma yang tidak rasional dan tidak realistis yang sangat sulit untuk berubah, bahkan dikala orang itu dihadapkan pada bukti yang bertentangan dengan khayalannya. Orang awam biasanya menganggap ilusi sebagai “paranoid” di mana orang yang ilusi merasa curiga hiperbola dan terus-menerus terhadap konspirator yang “akan mencelakainya”. Namun, ilusi juga bisa menyangkut dogma akan kemegahan, fantasi cinta yang rumit (delusi erotomanik), atau kecemburuan ekstrim dan irasional. Delusi kemegahan (grandiose delusion) yakni sebuah evaluasi yang hiperbola atas diri, kekuasaan, pengetahuan, identitas, atau hubungan khusus dengan seorang penguasa atau orang terkenal. Orang dengan ilusi kemegahan mempunyai dogma irasional yang membesar-besarkan betapa pentingnya dirinya, ibarat percaya diri untuk menjadi orang terkenal, atau merasa telah menjadi orang penting ibarat Perdana Menteri atau Presiden. Seringkali ilusi kemegahan mengambil bentuk yang berbau agama, misalnya, seseorang mungkin yakin bahwa dirinya yakni wali atau nabi utusan Tuhan. Delusi nihilistik yakni imajinasi mengenai ketiadaan diri atau belahan dari diri, atau beberapa objek dalam realitas eksternal.
Demikianlah Artikel Mengenali Tanda-Tanda Skizofrenia
Sekianlah artikel Mengenali Tanda-Tanda Skizofrenia kali ini, mudah-mudahan bisa memberi manfaat untuk anda semua. baiklah, sampai jumpa di postingan artikel lainnya.
Anda sekarang membaca artikel Mengenali Tanda-Tanda Skizofrenia dengan alamat link https://cozycornerhealth.blogspot.com/2018/07/mengenali-tanda-tanda-skizofrenia.html

0 Response to "Mengenali Tanda-Tanda Skizofrenia"
Post a Comment