Metode Laktasi Amenore (Mla): Tidak Hamil Hanya Dengan Asi

Metode Laktasi Amenore (Mla): Tidak Hamil Hanya Dengan Asi - Hallo sahabat Cozy Corner Health, Pada Artikel yang anda baca kali ini dengan judul Metode Laktasi Amenore (Mla): Tidak Hamil Hanya Dengan Asi, kami telah mempersiapkan artikel ini dengan baik untuk anda baca dan ambil informasi didalamnya. mudah-mudahan isi postingan Artikel Keluarga, yang kami tulis ini dapat anda pahami. baiklah, selamat membaca.

Judul : Metode Laktasi Amenore (Mla): Tidak Hamil Hanya Dengan Asi
link : Metode Laktasi Amenore (Mla): Tidak Hamil Hanya Dengan Asi

Baca juga


Metode Laktasi Amenore (Mla): Tidak Hamil Hanya Dengan Asi

Banyak pasangan suami istri yang takut untuk langsung kembali  mengandung sesaat setelah m Metode Laktasi Amenore (MLA): Tidak Hamil Hanya dengan ASIBanyak pasangan suami istri yang takut untuk langsung kembali mengandung sesaat setelah melahirkan. Usia anak yang masih sangat kecil biasanya menjadi alasan pasangan suami istri untuk mengatur kehamilannya, dan hal tersebut yakni benar, anak yang masih sangat kecil membutuhkan perhatian yang sangat besar dari kedua orang tuanya bahkan sampai mereka melewati fase balita. Karena kekhawatiran tersebut, banyak ibu setelah masa nifas langsung memakai banyak sekali metode kontrasepsi untuk mencegah kehamilan.
Biasanya pilihan ibu yakni kontrasepsi suntik, pil KB, implan, atau IUD/AKDR. Walaupun masih menjadi perdebatan perihal pemberiannya, namun pemberian kontrasepsi hormonal, terutama pil KB kombinasi estrogen-progesteron (estrogen paling mempunyai pengaruh), dikhawatirkan sanggup menekan produksi ASI walaupun tidak mengurangi kualitas ASI itu sendiri, kesudahannya ini akan sangat merugikan bagi bayi. Kontrasepsi paling kondusif untuk ibu menyusui ialah IUD/AKDR (Alat Kontrasepsi Dalam Rahim), alasannya tidak mengandung hormon yang bisa mempengaruhi produksi ASI ibu.  Tapi tahukah ibu, dalam masa 6 bulan pertama setelah melahirkan ibu sanggup tidak hamil tanpa memakai banyak sekali kontrasepsi tersebut? Jawabannya yakni ‘dapat’. Kini telah dikenalkan Metode Laktasi Amenore (MLA), yang telah diteliti sanggup menghambat kehamilan sampai 98%.

Apa itu MLA (Metode Laktasi Amenore)?

Anda pernah mendengar mengenai Metoda Laktasi Amenore (MLA)? Jika belum, MLA yakni metode kontrasepsi alamiah di mana ibu-ibu pasca melahirkan sanggup tidak hamil tanpa memakai KB hormonal, namun cukup hanya dengan menunjukkan ASI ekslusif selama 6 bulan pertama pasca persalinan, dengan kata lain ibu hanya menunjukkan ASI sebagai masakan utama bayi tanpa masakan pendamping lain termasuk air putih. Rangsangan puting susu ibu ketika menyusui sanggup merangsang otak untuk menghambat proses kesuburan ibu, sehingga kehamilan sanggup dicegah.

Syarat dan Kriteria MLA

Penggunaan metode ini harus memenuhi tiga kriteria, adapun kriteria tersebut ialah:
  1. Memberikan ASI secara langsung sesering mungkin sesuai impian bayi (feeding on demand), baik siang maupun malam. Frekuesi pemberian ASI paling sedikit 10-12 kali sehari dalam satu bulan pertama sehabis melahirkan, dan 8-10 kali sehari (termasuk 1 kali pada malam hari) untuk usia bayi di atas satu bulan. Menyusukan bayi sebaiknya tidak melibihi  4 jam antara satu waktu pemberian ke pemberian berikutnya di siang hari, dan pada malam hari waktu pemberian ASI dilarang lebih dari 6 jam.
  2. Usia bayi kurang dari 6 bulan.
  3. Ibu belum mendapat menstruasi. Jika ibu telah menstruasi dalam 6 bulan pertama pasca persalinan, maka sudah niscaya metode ini tidak sanggup digunakan.
Jika salah satu kriteria tersebut tidak sanggup dipenuhi maka penggunaan MLA tidak dianjurkan, dan ibu sanggup berkonsultasi dengan dokter atau tenaga kesehatan lainnya mengenai metode kontrasepsi lain yang sesuai dan kondusif bagi ibu.

Bagaimana Pelaksanaan MLA pada Ibu yang Bekerja di Luar Rumah?

Selama tiga kriteria pemberian MLA masih sanggup diterapkan oleh ibu yang bekerja di luar rumah maka cara ini masih sanggup digunakan, terutama bila bayi sanggup dibawa ke daerah kerja. Pada zaman kini telah banyak ditemukan daerah lingkungan kerja yang dilengkapi dengan ruangan khusus untuk ibu menyusui, bahkan membawa bayi ke daerah kerja telah menjadi tren di lingkungan perempuan karir yang mempunyai bayi, tentunya dengan pinjaman pengasuh bayi. Pada pada dasarnya tetap sesuai dengan ketentuan di mana bila ibu tetap ingin menerapkan MLA bayi dilarang terpisah lebih dari 4 jam dari ibunya. ASI perah dalam fungsinya sebagai kontrasepsi agak kurang menguntungkan dan mempunyai angka kegagalan kontrasepsi yang lebih tinggi yaitu berkisar 5 dari 100 ibu pekerja yang memakai MLA, hal ini dikarenakan hisapan pompa tidak sekuat hisapan bayi, sehingga mengurangi respon neuroendokrin di otak untuk mencegah kesuburan ibu.

Apa Keuntungan Penggunaan MLA?

  1. Metoda kontrasepsi alamiah, non hormonal. Sehingga ibu terhindar sementara dari banyak sekali imbas samping kontrasepsi hormonal.
  2. Laktasi menguntungkan ibu dan bayi. Bagi ibu, langsung menyusui sesaat setelah melahirkan sanggup menghentikan perdarahan, selain itu menyusui menciptakan tubuh ibu menjadi proporsional kembali, dsb. Bagi bayi, menyusu menciptakan bayi mendapat kekebalan pasif berupa zat imunoglobulin, kandungan DHA menciptakan pertumbuhan tubuh dan otak jauh lebih baik, bayi mendapat gizi yang mumpuni sesuai dengan usianya, dsb. Yang terpenting yakni menjadikan kedekatan emosional antara ibu dan bayi.
  3. Efisiensi biaya dalam hal kontrasepsi dan nutrisi bayi. Keluarga tidak perlu mengeluarkan uang untuk kontrasepsi dan membeli susu formula, sehingga dana tersebut sanggup disimpan maupun dialihkan untuk keperluan lainnya.
  4. Tidak mengganggu kekerabatan seksual.

Yang Harus Dipertimbangkan pada Pengguna MLA

  1. Mengidap HIV dan AIDS, ibu tetap sanggup menyusui namun setelah berkonsultasi dengan dokter terlebih dahulu.
  2. Ibu sedang memakai obat-obatan selama menyusui bayinya menyerupai obat-obatan anti depresan, ergotamin, anti metabolit, siklosporin, kortikosteroid, antibiotik kuinolon, dll.
  3. Bayi mengalami sukar bernafas, bayi BBLR (Berat Badan Lahir Rendah) dan prematur, gangguan pencernaan, bayi yang membutuhkan perawatan intensif, bibir sumbing, dll.

Apa yang Dilakukan Setelah Usia Bayi Lebih Dari 6 Bulan?

Pada ibu yang memakai MLA, bila usia bayi telah lebih dari 6 bulan ASI boleh tetap dilanjutkan namun MLA sudah tidak sanggup dipakai lagi, atau berkurang efektifitasnya alasannya ASI bukan satu-satunya lagi masakan si bayi (walaupun ada penelitian yang menyebutkan pemberian ASI sampai 1 tahun efektifitas kontrasepsinya masih sangat tinggi, yaitu sekitar 94%). Untuk itu perlu direncanakan dan dikonsultasikan kepada dokter mengenai metode  kontrasepsi lain sebagai pendamping ibu menyusui untuk mengatur kehamilan. Kontrasepsi yang dipakai harus sempurna dan kondusif bagi ibu menyusui.
Demikian sekilas mengenai Metode Laktasi Amenore (MLA), diperlukan sanggup menjadi pilihan utama bagi setiap keluarga yang gres saja mempunyai buah hati mengingat keuntungannya yang sangat besar baik bagi ibu maupun sang bayi. Silahkan konsultasikan kepada dokter maupun tenaga kesehatan terpercaya mengenai isu lebih mendalam mengenai MLA, demi kesehatan Anda dan buah hati.


Demikianlah Artikel Metode Laktasi Amenore (Mla): Tidak Hamil Hanya Dengan Asi

Sekianlah artikel Metode Laktasi Amenore (Mla): Tidak Hamil Hanya Dengan Asi kali ini, mudah-mudahan bisa memberi manfaat untuk anda semua. baiklah, sampai jumpa di postingan artikel lainnya.

Anda sekarang membaca artikel Metode Laktasi Amenore (Mla): Tidak Hamil Hanya Dengan Asi dengan alamat link https://cozycornerhealth.blogspot.com/2018/07/metode-laktasi-amenore-mla-tidak-hamil.html
Cozy Corner

Cozy Corner is a collection of several blogs including Cozy Corner Health, Cozy Corner Tech, Cozy Corner Song, Cozy Corner Lyric, etc.

0 Response to "Metode Laktasi Amenore (Mla): Tidak Hamil Hanya Dengan Asi"

Post a Comment