Sehat Tanggung Jawab Individu, Benarkah?

Sehat Tanggung Jawab Individu, Benarkah? - Hallo sahabat Cozy Corner Health, Pada Artikel yang anda baca kali ini dengan judul Sehat Tanggung Jawab Individu, Benarkah?, kami telah mempersiapkan artikel ini dengan baik untuk anda baca dan ambil informasi didalamnya. mudah-mudahan isi postingan Artikel Keluarga, yang kami tulis ini dapat anda pahami. baiklah, selamat membaca.

Judul : Sehat Tanggung Jawab Individu, Benarkah?
link : Sehat Tanggung Jawab Individu, Benarkah?

Baca juga


Sehat Tanggung Jawab Individu, Benarkah?

 Pernyataan ini sering kita dengar di tengah Sehat Tanggung Jawab Individu, Benarkah?Sehat itu mahal. Pernyataan ini sering kita dengar di tengah-tengah masyarakat. Memang kesehatan bisa mahal dan juga bisa tidak mahal. Mengapa? Tergantung individunya.
Mari kita lihat apa yang terjadi di masyarakat. Bagaimana perilaku mereka terhadap sakit dan sehat. Setidaknya hal itu terlihat dari angka penyebab kesakitan dan kematian. Angka ini memperlihatkan terjadi peningkatan jumlah penderita penyakit tidak menular, sekalipun penyakit menular juga masih belum hilang dari tengah masyarakat.  Tapi jumlah penderita penyakit tidak menular sudah mengungguli jumlah penderita penyakit menular. Sekedar mengingatkan, jenis penyakit tidak menular itu antara lain penyakit jantung, darah tinggi, kanker, diabetes dan lainnya. Penyebab penyakit ini umumnya alasannya yaitu rujukan hidup yang tidak sehat, mulai dari rujukan makan, rujukan kerja, rujukan istirahat dan rujukan keseimbangan hidup. Terkait dengan rujukan hidup di atas, keberhasilan seseorang mengendalikan rujukan makan bergantung pada individu. Pola makan yang dipilihnya akan memperlihatkan hasil, apakah seseorang termasuk berhasil atau tidak dalam menjalani hidup sehat.
Ada sebagian orang yang berhasil menjalani hidup sehat dengan memenuhi seluruh persyaratan yang diperlukan untuk hidup sehat. Tapi ada juga yang gagal menjalani hidup sehat karena tidak sanggup memenuhi persyaratan untuk menjalani hidup sehat.  Misalnya, seseorang tidak ketat dalam menjaga rujukan makan, ia menyantap masakan yang tidak sehat atau sembarangan. Ia tetap menentukan masakan yang menjadikan sakit, baik dalam jangka pendek maupun jangka panjang. Apalagi bila masakan itu nikmat, sebagai masakan kesukaan dan gratis pula.

Sehat individu, sehat keluarga

Setiap individu berupaya menjaga badan biar tetap sehat. Menjaga badan tetap sehat akan berdampak positif terhadap diri, keluarga, orang lain, pelayanan kesehatan maupun pemerintah,  demikian sepenggal pernyataan yang disampaikan petugas kesehatan dalam program penyuluhan di Posyandu. Namun bila kita tilik lebih dalam pernyataan dari petugas kesehatan tersebut memang ada benang merahnya, bahwa kesehatan individu yaitu segala-galanya. Sekali individu terganggu kesehatannya, maka segala sesuatu tidak aka ada artinya. Individu yang sehat akan produktif, keluarga bahagia dan tak terbebani, orang lain tidak direpotkan, pelayanan kesehatan tidak penuh dan pemerintah sanggup menghemat dana jaminan kesehatan, baik jamkesmas (jaminan kesehatan masyarakat), jamkesda (jaminan kesehatan daerah) maupun jampersal (jaminan persalinan).
Nah, bagaimana membangun kesadaran individu untuk bertanggung jawab atas kesehatan dirinya?  Pertama, sadari pengaruh jelek sakit. Bagi orang yang punya uang berlebih, mungkin tidak bermasalah dengan biaya pengobatan, tapi tetap bermasalah, bila berakhir dengan kesembuhan tidak normal atau cacat. Bayangkan jika sembuhnya cacat, apakah siap untuk hidup dengan predikat cacat? Misalnya menjadi buta, padahal sebelumnya sehat, bugar dan jelita. Tak semua orang siap, kecuali terpaksa alasannya yaitu sudah menjadi takdir. Di sinilah arti dari sehat itu mahal.
Bayangkan, jika yang menderita sakit itu orang dhu’afa. Untuk makan sehari-hari saja sulit. Kerja sehari untuk makan sehari. Setelah sakit, siapa yang harus mencari nafkah? Lebih repot lagi. Repotnya luar dalam, yakni biaya pengobatan dan kebutuhan harian keluarga. Menyadari hal ini, betapa penting dan berharganya kesehatan itu.
Kedua, sadari pengaruh positif sehat. Sehat yaitu segalanya. Artinya, orang yang sehat sanggup memenuhi kebutuhannya sendiri. Kalau toh harus membutuhkan bantuan, hanya terkait dengan faktor pendukung, bukan pada hal-hal yang pokok dan utama. Bila individu sehat, berguru juga lebih mudah, mencari nafkah lebih bersemangat dan bisa menjalankan seluruh acara dengan baik. Semua itu terjadi alasannya yaitu yang bersangkutan sehat.
Jadi untuk menjadi sehat, memang harus ada kemauan individu. Bila ingin sehat, seseorang niscaya akan menemukan cara. Ia juga tak akan bergantung pada orang lain untuk menjadi sehat. Ia sadar betul bahwa sehat yaitu kebutuhan individu sehingga tak begitu perlu, apakah orang lain mendukung atau tidak. Untuk itu, bila ingin sehat harus memulai dari apa yang sanggup dikerjakan secara individu. Ternyata, sehat bukan hanya pilihan tapi juga kemauan dan tanggung jawab individu.



Demikianlah Artikel Sehat Tanggung Jawab Individu, Benarkah?

Sekianlah artikel Sehat Tanggung Jawab Individu, Benarkah? kali ini, mudah-mudahan bisa memberi manfaat untuk anda semua. baiklah, sampai jumpa di postingan artikel lainnya.

Anda sekarang membaca artikel Sehat Tanggung Jawab Individu, Benarkah? dengan alamat link https://cozycornerhealth.blogspot.com/2018/07/sehat-tanggung-jawab-individu-benarkah.html
Cozy Corner

Cozy Corner is a collection of several blogs including Cozy Corner Health, Cozy Corner Tech, Cozy Corner Song, Cozy Corner Lyric, etc.

0 Response to "Sehat Tanggung Jawab Individu, Benarkah?"

Post a Comment