Judul : Tuberkulosis Pada Anak Parth 1
link : Tuberkulosis Pada Anak Parth 1
Tuberkulosis Pada Anak Parth 1
Penyakit tuberkulosis (TB) ialah penyakit yang disebabkan oleh kuman Mycobacterium tuberculosis. Sebagian besar kuman TB menyerang paru, tetapi sanggup juga mengenai organ tubuh lainnya.
Baik tuberkulosis pada anak maupun orang remaja disebabkan oleh kuman yang sama. Namun, lantaran tanda-tanda dan prosedur TB pada keduanya berbeda, maka perlu penanganan khusus untuk TB pada anak.
Berbeda dengan TB pada dewasa, TB pada anak tidak menular. Bakteri TB pada anak berkembang di dalam kelenjar paru atau tidak terbuka. Pada orang dewasa, kuman berkembang di dalam paru-paru. Bakteri kemudian menciptakan lubang untuk keluar melalui terusan nafas sehingga sanggup menyebar ke orang lain, termasuk anak-anak.
Gejala TB anak
Berbeda dengan TB pada orang dewasa, tanda-tanda TB pada anak tidak khas dan sanggup disebabkan oleh penyakit lain. Beberapa tanda-tanda TB anak antara lain adalah:
- Demam lebih dari dua minggu
- Batuk lebih dari tiga minggu
- Anak lesu dan tidak seaktif biasanya
- Nafsu makan menurun
- Berat tubuh tidak naik selama dua bulan
- Benjolan yang teraba di leher, yang merupakan pembesaran kelenjar limfa.
Gejala-gejala di atas tidak hanya disebabkan oleh TB dan tidak semua tanda-tanda selalu hadir dengan jelas.
Diagnosis
Diagnosis TB pada anak berbeda dengan pada orang dewasa. Diagnosis TB remaja lebih gampang alasannya ada investigasi baku emasnya (gold standard) yang obyektif yaitu menemukan kuman TB pada investigasi dahak (Bakteri Tahan Asam/BTA konkret pada sputum). Namun pada anak, investigasi dahak tidak akurat lantaran sering memperlihatkan hasil negatif palsu (false negative). TB anak jarang disertai dengan batuk berdahak sehingga kuman TB dalam dahak anak terlalu sedikit.
Pemeriksaan penunjang utama TB anak adalah:
- Tes tuberkulin (mantoux). Tes mantoux ialah tes kulit yang dilakukan dengan menyuntikkan ekstrak basil tuberkulosis secara intradermal (ke dalam kulit) dan diperiksa 2 hingga 3 hari kemudian. Anak yang sebelumnya telah terinfeksi kuman akan menampilkan respon kekebalan di tempat kulit yang mengandung protein bakteri. Hasil konkret (area mengeras menonjol) memperlihatkan nanah TB.
- Rontgen dada. Rontgen dada dilakukan untuk menilai adanya kelainan pada paru. Pemeriksaan rontgen dada sanggup membantu diagnosis tetapi tidak sanggup dipakai sebagai satu-satunya alat diagnosis.
Pemeriksaan penunjang medis lain ibarat laju endap darah, limfositosis, dan serologi mungkin juga diharapkan dalam kasus-kasus yang meragukan.
Diagnosis TB anak memang tidak semudah diagnosis TB dewasa. Padahal, kesalahan diagnosis akan mengakibatkan kerugian yang tidak sedikit lantaran pengobatan TB membutuhkan waktu 6 hingga 12 bulan. Semakin banyak investigasi yang dilakukan dan memperlihatkan hasil positif, semakin kecil kemungkinan terjadinya kesalahan diagnosis.
Pengobatan
Pengobatan untuk TB anak sama dengan untuk TB dewasa, hanya takaran dan pemberiannya yang berbeda. Lima obat anti TB (OAT) lini pertama adalah: Isoniazid, Rifampicin, Pyrazinamide, Ethambutol dan Streptomicin. Obat-obatan tersebut dipakai pada anak dengan penyakit TB aktif yang belum pernah mendapat pengobatan TB sebelumnya. Semua obat TB lain ialah obat “lini kedua” atau obat TB cadangan yang dipakai jikalau telah terjadi resistensi obat.
Untuk pasien TB anak baru, World Health Organisation (WHO) merekomendasikan pengobatan TB selama 6 bulan, yang terdiri dari dua bulan pengobatan intensif dengan Isoniazid plus Rifampisin dan Pyrazinamide, kemudian diikuti dengan empat bulan pengobatan lanjutan berupa kombinasi Isoniazid plus Rifampicin.
Pasien harus menuntaskan takaran semua obat itu secara lengkap. Bila hanya salah satu obat yang diambil atau putus obat di tengah jalan maka pasien akan segera menjadi resisten obat dan pengobatan selanjutnya menjadi sulit dan mahal.
Pencegahan
TB anak paling efektif dicegah dengan vaksinasi BCG. Vaksin itu dibentuk dari Mycobacterium bovis yang dilemahkan dengan dikulturkan.
Demikianlah Artikel Tuberkulosis Pada Anak Parth 1
Sekianlah artikel Tuberkulosis Pada Anak Parth 1 kali ini, mudah-mudahan bisa memberi manfaat untuk anda semua. baiklah, sampai jumpa di postingan artikel lainnya.
Anda sekarang membaca artikel Tuberkulosis Pada Anak Parth 1 dengan alamat link https://cozycornerhealth.blogspot.com/2018/07/tuberkulosis-pada-anak-parth-1.html
0 Response to "Tuberkulosis Pada Anak Parth 1"
Post a Comment