Otitis Media: Jerawat Indera Pendengaran Paling Umum Pada Anak-Anak

Otitis Media: Jerawat Indera Pendengaran Paling Umum Pada Anak-Anak - Hallo sahabat Cozy Corner Health, Pada Artikel yang anda baca kali ini dengan judul Otitis Media: Jerawat Indera Pendengaran Paling Umum Pada Anak-Anak, kami telah mempersiapkan artikel ini dengan baik untuk anda baca dan ambil informasi didalamnya. mudah-mudahan isi postingan Artikel anak, yang kami tulis ini dapat anda pahami. baiklah, selamat membaca.

Judul : Otitis Media: Jerawat Indera Pendengaran Paling Umum Pada Anak-Anak
link : Otitis Media: Jerawat Indera Pendengaran Paling Umum Pada Anak-Anak

Baca juga


Otitis Media: Jerawat Indera Pendengaran Paling Umum Pada Anak-Anak

Otitis media akut yaitu infeksi belahan tengah indera pendengaran (otitis= telinga, media= tengah) yang umumnya menyerang bayi dan anak-anak. Tuba estachius yang lebih pendek pada bawah umur daripada orang sampaumur memudahkan masuknya basil dan virus ke dalam indera pendengaran tengah. Sekitar 50 persen bayi pernah mengalami infeksi indera pendengaran tengah ini sebelum ulang tahun pertama mereka. Infeksi indera pendengaran ini seringkali berkembang sehabis infeksi virus, menyerupai pilek atau flu. Bagian di belakang gendang indera pendengaran akan membengkak dan mengumpulkan cairan (efusi).

Gejala

 Otitis media akut yaitu infeksi belahan tengah indera pendengaran  Otitis Media: Infeksi Telinga Paling Umum pada Anak-Anakphoto © 2006 Tod Baker | more isu (via: Wylio)Gejala otitis media pada bayi muda terdiri dari demam, rewel, selera makan menurun, susah tidur, cairan bocor dari indera pendengaran dan sering menarik-narik atau menggosok telinga. Muntah, mual, dan diare juga sanggup terjadi. Anak-anak yang lebih bau tanah dan orang sampaumur mungkin mengeluhkan rasa sakit di indera pendengaran dan gangguan pendengaran sementara. Gejala ini biasanya tiba tiba-tiba.

Diagnosis

Hubungi dokter kalau anak Anda mengalami gejala-gejala di atas. Dokter akan melaksanakan investigasi fisik dan melihat gendang indera pendengaran anak Anda. Dia biasanya memakai alat yang disebut otoskop untuk melihat ke dalam indera pendengaran anak. Meskipun investigasi ini tidak menyakitkan, sebagian besar bayi dan bawah umur tidak suka atau takut ketika telinganya diperiksa. Anda mungkin perlu memangku dan memeluk anak Anda kalau ia rewel dikala diperiksa. Keberadaan cairan kental di belakang gendang indera pendengaran menandai infeksi bakteri.
Dalam kasus tertentu, dokter akan memasukkan jarum melalui gendang indera pendengaran untuk mengambil sampel nanah dari indera pendengaran tengah untuk diperiksa di laboratorium. Prosedur yang disebut timpanocentesis ini sanggup membantu dokter mengetahui penyebab infeksi. Lubang di gendang indera pendengaran biasanya akan menutup sendiri dalam waktu 24-48 jam.

Pengobatan

Pada bayi di atas 24 bulan, dokter mungkin akan menentukan untuk menunggu dan membiarkan sistem kekebalan badan anak bekerja melawan infeksi. Dia mungkin hanya memperlihatkan obat-obatan untuk mengurangi demam dan rasa sakit di telinga.
Jika sehabis lebih dari 48 jam tanda-tanda sakit anak Anda terus berlanjut atau bahkan memburuk, antibiotik mungkin diresepkan. Antibiotik biasanya diberikan kepada bayi yang lebih muda dari 24 bulan. Anak-anak yang lebih bau tanah dari 24 bulan sanggup diobati dengan antibiotik atau menunda pengobatan. Antibiotik tidak diberikan kepada setiap anak dengan infeksi indera pendengaran lantaran studi memperlihatkan bahwa banyak anak yang lebih bau tanah sanggup mengatasi infeksi indera pendengaran tanpa antibiotik. Pemberian antibiotik harus dilakukan secara bijaksana lantaran penggunaan yang tidak perlu sanggup menimbulkan basil resisten. Artinya, antibiotik tertentu tidak lagi manjur atau takaran yang lebih tinggi diharapkan di pengobatan berikutnya. Selain itu, infeksi indera pendengaran juga sanggup disebabkan oleh virus sehingga tidak sanggup diobati dengan antibiotik. Infeksi ini harus disembuhkan oleh sistem kekebalan badan sendiri.
Jika anak Anda mempunyai infeksi indera pendengaran berulang (disebut otitis media serosa atau kronis) yang tidak kunjung sembuh dan menciptakan cairan menumpuk sehingga mengganggu pendengaran dan kemampuan bicara, dokter mungkin menyarankan operasi yang disebut miringotomi untuk mengalirkan cairan dari indera pendengaran tengah dan memasukkan tabung ventilasi. Karena kebanyakan anak mempunyai infeksi di kedua telinga, operasi ini seringkali dilakukan pada keduanya. Dalam pembedahan yang biasanya dilakukan di bawah bius umum oleh dokter THT ini, sebuah tabung kecil yang disebut tabung timpanostomi (tabung T) dimasukkan ke gendang indera pendengaran untuk drainase dan menyamakan tekanan di indera pendengaran tengah. Hal ini membantu untuk mencegah infeksi dan akumulasi cairan di masa depan, dan membantu menormalkan pendengaran. Tabung tersebut biasanya akan keluar sendiri dalam waktu sekitar 6 bulan. Pada metode miringotomi dengan laser, pembukaan gendang indera pendengaran dilakukan dengan laser, bukan tabung.

Komplikasi

  • Membran timpani pecah. Salah satu kemungkinan komplikasi infeksi indera pendengaran yaitu pecahnya gendang indera pendengaran atau membran timpani. Membran timpani sanggup pecah ketika cairan menekannya yang mengurangi fatwa darah dan mengakibatkan jaringannya melemah. Pecahnya membran ini tidak sakit dan banyak orang bahkan merasa lebih baik lantaran tekanan dilepaskan. Untungnya, membran timpani biasanya pulih dengan cepat sehabis pecah dalam beberapa jam atau hari.
  • Penumpukan cairan. Cairan yang mengumpul di belakang gendang indera pendengaran (efusi) sanggup bertahan selama berminggu-minggu hingga berbulan-bulan sehabis rasa sakit dan infeksi menghilang. Efusi mengakibatkan gangguan pendengaran sementara, namun biasanya hilang sendiri tanpa pengobatan. Efusi ini perlu dipantau dari waktu ke waktu, yang meliputi pengujian indera pendengaran dan pendengaran oleh dokter setiap tiga hingga enam bulan hingga menghilang. Jika efusi tetap ada hingga waktu lama, anak Anda mungkin perlu perawatan. Keputusan perawatan didasarkan pada seberapa banyak efusi memengaruhi pendengaran dan menimbulkan persoalan berbicara.
Info .... 


Demikianlah Artikel Otitis Media: Jerawat Indera Pendengaran Paling Umum Pada Anak-Anak

Sekianlah artikel Otitis Media: Jerawat Indera Pendengaran Paling Umum Pada Anak-Anak kali ini, mudah-mudahan bisa memberi manfaat untuk anda semua. baiklah, sampai jumpa di postingan artikel lainnya.

Anda sekarang membaca artikel Otitis Media: Jerawat Indera Pendengaran Paling Umum Pada Anak-Anak dengan alamat link https://cozycornerhealth.blogspot.com/2018/08/otitis-media-jerawat-indera-pendengaran.html
Cozy Corner

Cozy Corner is a collection of several blogs including Cozy Corner Health, Cozy Corner Tech, Cozy Corner Song, Cozy Corner Lyric, etc.

0 Response to "Otitis Media: Jerawat Indera Pendengaran Paling Umum Pada Anak-Anak"

Post a Comment