7 Langkah Merawat Luka Lecet Pada Anak

7 Langkah Merawat Luka Lecet Pada Anak - Hallo sahabat Cozy Corner Health, Pada Artikel yang anda baca kali ini dengan judul 7 Langkah Merawat Luka Lecet Pada Anak, kami telah mempersiapkan artikel ini dengan baik untuk anda baca dan ambil informasi didalamnya. mudah-mudahan isi postingan Artikel anak, yang kami tulis ini dapat anda pahami. baiklah, selamat membaca.

Judul : 7 Langkah Merawat Luka Lecet Pada Anak
link : 7 Langkah Merawat Luka Lecet Pada Anak

Baca juga


7 Langkah Merawat Luka Lecet Pada Anak

Lecet yakni luka dangkal terbuka yang mengakibatkan perdarahan dan kerusakan ujung-ujung saraf di kulit, yang mengakibatkan rasa perih. Lecet biasanya alasannya bergesekan dengan permukaan tanah atau benda keras lainnya. Anak-anak usia 1-3 tahun sering mengalami lecet saat mereka mencar ilmu berjalan, berlari dan mengeksplorasi sekitarnya. Anak-anak yang lebih besar juga sering mengalaminya saat mereka bermain dan berolahraga. Bila anak Anda mengalami lecet, apa yang sebaiknya dilakukan? Berikut yakni 7 langkah perawatan lecet pada anak:Lecet yakni luka dangkal terbuka yang mengakibatkan perdarahan dan  kerusakan ujung 7 Langkah Merawat Luka Lecet pada Anak

1. Tenangkan anak

Anak-anak biasanya akan menangis saat mengalami luka, sebagian bahkan akan meraung-raung atau menjerit-jerit. Tangisan itu merupakan kombinasi dari rasa sakit, rasa takut/cemas dan minta perhatian. Sebelum sanggup mengatasi lukanya, tenangkan dulu anak Anda supaya secara psikologis merasa kondusif dan terlindungi. Setelah tenang, barulah Anda sanggup melaksanakan tindakan selanjutnya.

2. Cuci tangan Anda

Sebelum melaksanakan perawatan, cuci kedua tangan Anda dengan air higienis dan sabun. Hal ini mencegah penularan basil dari tangan Anda.

3. Bersihkan luka

Bila anak jatuh di tanah atau tempat berpasir, kemungkinan lukanya kotor. Bersihkan luka dengan air supaya semua pasir dan tanah yang mengotori terbasuh sepenuhnya untuk mencegah infeksi. Lakukan dengan perlahan dari belahan dalam luka ke luar. Air yang digunakan sanggup air jernih dari kran atau lebih baik lagi bila air matang yang steril. Anda sanggup membuang kotoran yang tersisa menggunakan kasa steril yang dibasahi.

4. Terapkan antiseptik

Setelah luka benar-benar bersih, terapkan cairan antiseptik pada luka. Antiseptik yang biasa digunakan umumnya yakni yang berbasis povidone iodine. Sebaiknya tidak menggunakan antiseptik yang mengandung alkohol alasannya sanggup menciptakan luka terasa lebih perih.

5. Perban luka bila perlu

Luka biasanya lebih cepat sembuh kalau dibiarkan terbuka. Namun, seringkali luka perlu juga ditutup untuk menghindari terkena kotoran, terutama bila anak Anda sangat aktif dan lingkungannya banyak debu dan kotoran. Gunakan perban yang tidak lengket pada luka supaya gampang dilepaskan dan diganti tanpa mengakibatkan luka baru. Perban yang kedap air sanggup menciptakan anak tetap sanggup mandi. Perban harus diganti minimal setiap dua hari sekali supaya tidak kotor dan lembab/basah.

6. Biarkan luka mengering

Jaga luka dari benturan. Jangan mencabut atau menggaruk keropeng sesudah terbentuk, meskipun penampilannya terlihat jelek. Itu yakni lapisan steril yang melindungi luka dari infeksi saat dalam proses penyembuhan. Gatal di sekitar luka yakni hal yang baik, alasannya menunjukan bahwa proses penyembuhan sedang berlangsung.

7. Bawa ke dokter bila infeksi

Keenam langkah di atas biasanya sudah cukup untuk menyembuhkan luka. Namun, ada kalanya anak perlu dibawa ke dokter untuk perawatan lebih lanjut bila mengatakan gejala infeksi, seperti:
  • Pembengkakan di tempat luka
  • Nanah terbentuk di tempat luka
  • Kulit kemerahan yang menyebar di sekitar luka
  • Peningkatan rasa sakit pada luka
  • Penampilan lesu dan kurang sehat
  • Suhu badan tinggi (demam ) yaitu 38 ° C atau lebih
  • Kelenjar limfa membengkak
Luka yang terinfeksi biasanya sanggup disembuhkan dengan sumbangan antibiotik untuk beberapa hari.

Waspada tetanus

Meskipun sekarang sudah semakin langka, ancaman ancaman tetanus masih tetap ada. Bakteri tetanus (clostridium tetani) dapat masuk ke dalam luka yang tidak terawat dengan baik. Setelah berkembang biak, mereka mengeluarkan racun yang menciptakan otot-otot menjadi kejang. Otot pertama yang kejang yakni di belahan rahang, sehingga lisan tidak sanggup dibuka. Itulah mengapa tetanus sering disebut sebagai “kejang lisan “. Otot-otot lain dalam badan juga akan kejang sehingga penderita tidak sanggup bergerak. Bahaya mengancam saat kejang menciptakan organ-organ vital badan gagal berfungsi.
Bila Anda mendapati gejala infeksi tetanus, segeralah membawa anak Anda ke rumah sakit. Tetanus perlu dirawat secara intensif di rumah sakit yang mempunyai alat bantu pernapasan dan peralatan penunjang lainnya.



Demikianlah Artikel 7 Langkah Merawat Luka Lecet Pada Anak

Sekianlah artikel 7 Langkah Merawat Luka Lecet Pada Anak kali ini, mudah-mudahan bisa memberi manfaat untuk anda semua. baiklah, sampai jumpa di postingan artikel lainnya.

Anda sekarang membaca artikel 7 Langkah Merawat Luka Lecet Pada Anak dengan alamat link https://cozycornerhealth.blogspot.com/2018/07/7-langkah-merawat-luka-lecet-pada-anak_14.html
Cozy Corner

Cozy Corner is a collection of several blogs including Cozy Corner Health, Cozy Corner Tech, Cozy Corner Song, Cozy Corner Lyric, etc.

0 Response to "7 Langkah Merawat Luka Lecet Pada Anak"

Post a Comment