Judul : Panduan Untuk Si Kecil Yang Alergi Makanan
link : Panduan Untuk Si Kecil Yang Alergi Makanan
Panduan Untuk Si Kecil Yang Alergi Makanan
Penyakit alergi yakni penyakit turunan, artinya seorang anak akan mempunyai alergi jikalau orangtua, saudara kandung atau nenek-kakeknya mempunyai penyakit alergi.
Penyakit alergi tersering mengenai kulit yang akan memperlihatkan tanda-tanda eksema, biduran. Pada saluran napas atas dengan tanda-tanda bersin, hidung tersumbat, anabawang dan pada saluran napas bawah dengan tanda-tanda batuk menahun berulang hingga sesak napas (asma).
Pencegahan masih sanggup dilakukan
Meski bayi Anda sudah memperlihatkan tanda-tanda alergi makanan, tak berarti Anda terlambat. Panduan terpenting bagi anak alergi tetaplah mencegah dan hal ini masih sanggup dilakukan untuk menghindari tanda-tanda yang lebih berat.
Ada tahapan sebelum bayi Anda mengalami tanda-tanda alergi. Pertama, tahap sensitisasi yaitu ketika si kecil mencar ilmu “mengenal” zat alergen (penyebab alergi). Kedua, tahap ketika anak sudah tersensitisasi tetapi belum muncul tanda-tanda alergi, dan ketiga ketika tanda-tanda alergi sudah muncul. Pencegahan dilakukan pada tiap tahapan tersebut.
1. Pencegahan primer
Bertujuan menghambat sensitisasi terutama mencegah terbentuknya antibodi IgE. Dilakukan sebelum terjadi sensitisasi atau ketika anak belum “mengenal” penyebab alergi. Caranya antara lain diet menghilangkan alergen pada ibu menyusui.
2. Pencegahan sekunder
Bertujuan menekan timbulnya tanda-tanda sesudah sensitisasi. Bisa dilakukan investigasi laboratorium lebih dahulu yaitu mengetahui IgE spesifik dalam darah, darah tali pusat, atau uji kulit. Pencegahan ini optimal pada usia 0 hingga 3 tahun.
3. Pencegahan tersier
Bertujuan mencegah efek lanjut sesudah timbulnya alergi. Dilakukan pada anak yang sudah tersensitisasi dan sudah muncul tanda-tanda awal contohnya dermatitis atopik tetapi belum memperlihatkan tanda-tanda berat. Optimal dilakukan pada usia 6 bulan hingga 4 tahun. Ada baiknya dilakukan skin prick test (uji kulit) atau tes IgE yang spesifik lebih dahulu. Caranya antara lain menghindari alergen serta mengobati tanda-tanda alergi yang telah timbul.
Tip untuk anak alergi :
- Berikan ASI langsung selama 4-6 bulan
- Diet pada ibu hamil untuk mencegah alergi pada si kecil tidak dianjurkan kecuali diet kacang tanah. Dianjurkan untuk menghindari asap rokok
- Diet pada ibu menyusui dipertimbangkan menurut kebutuhan. Tetapi, semua hebat setuju untuk diet kacang tanah pada ibu menyusui yang mempunyai anak alergi atau berisiko alergi.
- Bila anak sudah didiagnosis alergi susu sapi dan ia tak mendapat ASI, sebagai penggantinya atau sebagai tambahan, dianjurkan susu formula yang dihidrolisis tepat (extensive protein hydrolysates). Bila tidak memungkinkan, pilihan kedua yakni susu sapi yang dihidrolisis sebagian, bersifat hipoalergenik, yang diformulasikan untuk mencegah alergi. Idealnya diberikan pada bayi yang belum punya tanda-tanda alergi tetapi berisiko untuk alergi susu sapi.
- Pemberian susu kedelai ternyata tidak mencegah berkembangnya alergi, tetapi sanggup menjadi susu alternatif pada anak yang benar-benar alergi susu sapi. Sekitar 15-50% anak alergi susu sapi juga alergi terhadap susu kedelai. Anak yang mendapat formula susu kedelai akan mempunyai tumbuh kembang sama baik dengan yang diberi formula susu sapi.
- Tunda pemberian masakan padat hingga usia 6 bulan dan perkenalkan masakan secara sedikit demi sedikit :
- Makanan yang tidak/jarang menimbulkan alergi diperkenalkan usia 6 bulan: beras, wortel, pir, apel, alpukat, dan prune.
- Makanan yang sanggup ditoleransi tapi sanggup menjadikan alergi diperkenalkan usia 6 bulan: gandum, havermut, daging, ayam, brokoli, kol, kentang, bayam, jagung (minyak jagung), pisang dan lobak cina
- Makanan yang kemungkinan sanggup menjadikan alergi diperkenalkan usia 9 blan: kuning telur (masak hingga matang), kacang kedele, kacang hijau, ikan air tawar
- Makanan yang sangat mungkin menjadikan alergi diperkenalkan sesudah usia 12 bulan: masakan maritim (udang, kepiting), putih telur, dan kacang tanah
Referensi :
- Crump VSA. Food allergy in children. Diunduh dari: http://www.qmseminars.co.nz/GPCME2006CDROM/. Diakses 28 September 2006.
- Zeiger RS. Food allergen avoidance in prevention of food allergy in infants and children. Pediatrics 2003;111:1662-71.
- Prescott SL, Tang LK. The Australasian Society of Clinical Immunology and Allergy position statement. Summary of allergy prevention in children. Med J Austr 2005;182:464-7.
- UKK alergi imunologi Ikatan Dokter Anak Indonesia. Penting diketahui setiap orang tua: alergi makanan. IDAI 2006.
Demikianlah Artikel Panduan Untuk Si Kecil Yang Alergi Makanan
Sekianlah artikel Panduan Untuk Si Kecil Yang Alergi Makanan kali ini, mudah-mudahan bisa memberi manfaat untuk anda semua. baiklah, sampai jumpa di postingan artikel lainnya.
Anda sekarang membaca artikel Panduan Untuk Si Kecil Yang Alergi Makanan dengan alamat link https://cozycornerhealth.blogspot.com/2018/07/panduan-untuk-si-kecil-yang-alergi.html
0 Response to "Panduan Untuk Si Kecil Yang Alergi Makanan"
Post a Comment